23 July 2008
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma sebagai sebuah lembaga yang berhidmat mengangkat harkat kemanusiaan di bidang kesehatan, yang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa, saat ini memberika kesempatan kepada siapa saja utuk dapat bergabung menjadi karyawan LKC dengan spesifikasi sebagai berikut :
Serah Terima Mobil Ambulance Bantuan UPZ BNI
24 June 2008
Atas dasar permasalahan kesehatan dhuafa yang terjadi di masyarakat serta kebutuhan akan sinergi dengan lembaga sosial atau NGO, Bank Negara Indonesia dalam hal ini di wakili oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ-BNI) mencoba memberikan solusi permasalahan dalam bentuk bantuan kendaraan Ambulance yang diserahkan langsung kepada Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa, sebuah lembaga yang memberikan pelayanan gratis bagi kaum dhuafa.
2 June 2008
Sebagai wujud kepedulian sosial, PT PPA bersinergi dengan LKC mengadakan berbagai kegiatan sosial. Setelah sukses dengan Aksi Layan Sehat bertajuk PT. PPA PEDULI SEHAT II yang berlangsung pada bulan Februari hingga Maret 2008, PT PPA membiayai pengobatan beberapa pasien LKC yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Peresmian Pos Sehat LKC Ke 9 di Perumahan Legenda Wisata Cibubur
22 May 2008
Selasa, 20 Mei 2008 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, LKC Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan Masjid Al Ittihad Legenda Wisata Cibubur, melaksanakan prosesi Launching Program POS SEHAT Yayasan Masjid Al Ittihad - Legenda Wisata.
Adira Finance Berbagi Nikmat Sehat
16 May 2008
Dewa adalah anak kedua dari dua bersaudara yang berusia 2 bulan, usia kandungan ibunya saat melahirkan dewa adalah 11 bulan dan dewa lahir dengan operasi caesar. Saat ini pasien sedang dirawat di LKC dan rencananya, Rabu 30 April 2008 akan dibawa ke RS Rujukan untuk tindakan selanjutnya. Keluarga Dewa sudah bingung karena tidak mempunyai biaya untuk operasi dewa dan kepala dewa makin hari makin membesar.
2 June 2008
Sebagai wujud kepedulian sosial, PT PPA bersinergi dengan LKC mengadakan berbagai kegiatan sosial. Setelah sukses dengan Aksi Layan Sehat bertajuk PT. PPA PEDULI SEHAT II yang berlangsung pada bulan Februari hingga Maret 2008, PT PPA membiayai pengobatan beberapa pasien LKC yang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Fitri sebelum operasi angkat pen Fitri setelah operasi angkat pen
Berbagai penyakit yang diderita pasien antara lain tumor mandibula, atresia Ani (tidak punya anus), Osteomielitis TB (TBC Tulang), Kanker Lidah, Kelainan Jantung bawaan lahir,gangrene diabetikum, dan lain-lain.
Saat ini, 9 dari 16 pasien sudah menjalani pengobatan. Seperti Dede Zulfikar (20 th, Osteomielitis TB), Inggit Wahyuni (4 th, Atresia Ani), Matsani (52 th, Fraktur tibia), Wahyu Pangestu (8 Th, tumor Mandibula), Ibu Nurmah (46 th, Gangren Diabetikum), M. Irfan Zulkifli (Pneumonia & sirosis hepatitis), Fitri Andriani (Fraktur pro pelepasan pen), Ibu Lenah (33 th, tumor mandibula) dan Ibu Salimah (36 th, kanker lidah).
Ibu Salimah dengan kanker lidah Setelah dioperasi
Beberapa pasien lainnya masih dalam proses pengobatan. Dalam pelaksanaannya, LKC mendampingi pasien dari mulai antar jemput ke rumah pasien, mendampingi ke Rumah Sakit seperti RSCM, RS Fatmawati, RS Harapan Kita, dan RS PMI Bogor sampai kontrol pasca operasi.
“Alhamdulillah, saya bersyukur PPA mau membiayai operasi saya. Sudah 15 tahun saya menderita karena benjolan ini (tumor mandibula seberat ± 1,6 kg), rasanya plong,enteng setelah dioperasi, terima kasih, PPA”….. ujar Ibu Lenah 33 th, ibu 6 anak.
Anak Inggit dengan Atresia Ani (tidak punya anus) Setelah dioperasi
Inilah ungkapan rasa syukur Ibu Lenah ditengah himpitan kesulitan ekonomi. Sang suami hanya seorang buruh angkut pasir di pelosok kota Bogor. Dengan penghasilan 5 – 15 ribu perhari, rasanya sangat sulit untuk mengobati penyakit sang istri. Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-haripun sangat kurang, tak heran, anak-anaknya tidak ada yang tamat SD (anak terkecil berusia 3 tahun).

Ibu Lenah dengan tumor Mandibula Setelah Operasi
Lain lagi dengan Pak Samsudin, ayah Wahyu Pangestu. “Sejak pipinya membesar, wahyu tidak mau sekolah. Malu, diejekin teman-temannya.Saya hanya pemulung besi bekas, nggak ada duit buat ngobatin wahyu. Untung saya menjadi member LKC, bisa berobat gratis dan Alhamdulillah, melalui LKC, saya dibantu PPA untuk nyembuhin wahyu…….saya seneng, wahyu sudah mau sekolah. Alhamdulillah… tolong sampaikan rasa terima kasih saya sama PPA ya, mbak” ungkap pak Samsudin terbata-bata menahan haru.
Itulah potret kehidupan masyarakat kuang mampu, yang mungkin ada di hadapan kita. Masih banyak Ibu Lenah dan Wahyu pangestu yang lain yang membutuhkan uluran tangan kita. Akankah kita menutup mata melihat keadaan yang membuat miris hati kita?

Wahyu Pangestu, Ca. Mandibula Setelah operasi