Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa
24 September 2008
Kembali Fitri Di Akhir Ramadhan Dengan Menyantuni Dhuafa
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H
24 September 2008
Terkadang Bibir salah berucap, Tangan salah berlaku, Kaki salah melangkah, Dan hati salah merasa, Di hari yang fitri, dengan hati nan suci, dengan segala kerendahan hati memohon keikhlasan maaf.
23 September 2008
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma sebagai sebuah lembaga yang berhidmat mengangkat harkat kemanusiaan di bidang kesehatan, yang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa, saat ini memberika kesempatan kepada siapa saja utuk dapat bergabung menjadi karyawan LKC dengan spesifikasi sebagai berikut :
Berbagi Nikmat Sehat di Akhir Ramadhan
22 September 2008
Serah Terima Mobil Ambulance Bantuan UPZ BNI
24 June 2008
Atas dasar permasalahan kesehatan dhuafa yang terjadi di masyarakat serta kebutuhan akan sinergi dengan lembaga sosial atau NGO, Bank Negara Indonesia dalam hal ini di wakili oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ-BNI) mencoba memberikan solusi permasalahan dalam bentuk bantuan kendaraan Ambulance yang diserahkan langsung kepada Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa, sebuah lembaga yang memberikan pelayanan gratis bagi kaum dhuafa.
PROFIL LEMBAGA
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) adalah lembaga nirlaba yang memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat tidak mampu yang didirikan pada tanggal 6 November 2001 dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI Bapak DR. Hamzah Haz. Pelayanan diberikan melalui berbagai program seperti Gerai Sehat (klinik gratis), Aksi Layan Sehat (layanan kesehatan mobile di daerah kumuh), dan SIGAP Bencana (layanan kesehatan di daerah bencana dan konflik). Agar tepat sasaran, seluruh pelayanan dijalankan menggunakan sistem kepesertaan berbasis keluarga. Sejak enam tahun berkiprah, LKC sudah meng-cover sekitar 53.850 jiwa sebagai peserta dari tiga lokasi Gerai Sehat dan puluhan daerah binaan yang dilayani melalui program Aksi Layan Sehat. Selain itu, LKC juga membantu kesehatan ribuan jiwa korban bencana alam dan konflik, seperti bencana banjir nasional 2002 dan 2007, konflik Ambon, bencana tanah longsor Bandung dan bencana tsunami Aceh dan gempa Nias. Serta tsunami Yogya dan Pangandaran.
LKC merupakan alternatif solusi atas permasalahan kaum miskin. Dasar pemikirannya adalah memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. LKC telah berevolusi menjadi sebuah model yang melibatkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Gambarannya, kaum miskin dapat berobat gratis sementara pembiayaan kesehatannya didanai oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu sampai perusahaan. Selain dana, masyarakat juga membantu dari berbagai sisi, seperti tenaga dengan menjadi relawan LKC. Dengan model ini, besar biaya kesehatan per keluarga miskin yang ditanggung pun menjadi murah.
Keberadaan LKC sebagai mitra masyarakat tidak mampu di daerah Jadebotabek dapat menjadi pilihan pelaksana kegiatan Corporate Social Responsibility. Bidang garapan yang jelas dan fokus, jumlah cakupan masyarakat tidak mampu yang besar dan luas, dan program-program unggulan yang strategis, efektif, efisien dan terukur, serta pengelolaan lembaga yang akuntabel dan profesional merupakan faktor pendukung LKC. Selain itu, afiliasi LKC pada Yayasan Dompet Dhuafa yang telah berkiprah selama 14 tahun di kancah lembaga nirlaba di Indonesia menjadi kekuatan tersendiri yang unik. Dan puluhan perusahaan lokal maupun multinasional besar yang telah menaruh kepercayaan pada LKC untuk bekerja sama menjadi sebuah bukti nyata.

VISI
“Terwujudnya Keluarga Sehat Mandiri”
MISI
STRATEGI
Budaya Organisasi
"S I M P A T I K"
|
BUDAYA
|
TOLOK UKUR
|
RINCIAN
|
|
| S | Senang hati bekerja | Melayani dgn sepenuh hat | Tuntas bekerja utk dhuafa |
| I | Inginkan ridho ilahi | Ketedanan sbg wujud nyta komitmen melayani dhuafa | Di awali keteladanan diri sendiri melalui disiplin profesional dan amanah |
| Ramah | Tersenyum sekaipun dikirtik | ||
| Ucapkan salam dan menjawab dgn utuh | |||
| Menjadi sahabat bagi teman karyawan | |||
| M | Mengasihi dhuafa | Senantiasa bekerja dan bermanfaat u umat | Terlaksananya program dan dapat dirasakan oleh mustahik |
| P | Pelayan prima | Disiplin | Sesuai keilmuan, tatib, sop |
| Profesionalisme | Kerja tepat waktu | ||
| Pakaian kerja | |||
| Agenda kerja harian,pekanan, bulanan | |||
| Rasa keadilan | |||
| Bersih tidak ada lalat noda, bau diruangan (ob) | |||
| Secara fisik ada output (administrasi) | |||
| Sesuai sop dan protokol terapi (pelayanan) | |||
| Memberikan penjelsan yang tepat (respon komplain) | |||
| A | Amanah | Melaksanakan tg jawab dgn amanah | Tdk keluar dr visi misi |
| Tidak korupsi waktu maupun aset lembaga | |||
| Tidak menunda pekerjaan | |||
| Tidak sering meminta izin yang tidak syari | |||
| T | Trampil | Profesionalisme | Cekatan |
| I | Istiqomah | Komitmen dan keteldanan | Keteladanan menjalankan sesuai sop |
| Berebut mengaku salah | |||
| K | Kreatif-proaktif | Proaktif | Memberikan report tanpa diminta |
| Cerdas kreatif dan siap bekerja sama | |||
| Berani mengambil risiko |
Program – Gerai Sehat
Gerai Sehat merupakan unit layanan dalam gedung LKC yang menyediakan layanan kesehatan dasar plus bagi kaum duafa (fakir & miskin) secara cuma-cuma. Gerai Sehat diproyeksikan hadir di titik-titik strategis wilayah konsentrasi kaum duafa di Jadebotabek*. Sampai tahun 2007, Gerai Sehat sudah terdapat di Ciputat-Tangerang dan Bekasi-Jawa Barat dan Masjid Agung Sunda Kelapa. Gerai Sehat lainnya diharapkan akan terus bertambah di setiap wilayah Indonesia.
Waktu layanan Gerai Sehat bervariasi mulai dari 24 jam sehari sampai pagi sore. Jenis layanan Gerai Sehat utamanya Kegawatdaruratan, Dokter Umum, Kebidanan dengan segala jenis layanannya dan Obat-Obatan. Selain ketiganya, variasi layanan Gerai Sehat mencakup Dokter Gigi, Dokter Spesialis, Layanan Bedah Minor, Laboratorium, Rawat Inap Sementara dan Rujukan rumah sakit. Kelak, rujukan rumah sakit akan berpusat di Rumah Sakit LKC.
Gerai Sehat adalah aset sosial milik masyarakat. Master Plan pengembangannya pun mengarah pada kerja sama pembiayaan dan pengelolaan Gerai Sehat antara LKC dengan elemen masyarakat sekitar, seperti perusahaan, yayasan dan lain sebagainya. Dengan demikian Gerai Sehat sangat terbuka untuk bersinergi dengan program Community Development sebuah perusahaan.
*Jadebotabek terdiri dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi
Program – Aksi Layan Sehat
Aksi Layan Sehat merupakan salah satu unit layanan luar gedung LKC yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan kesehatan lingkungan. Target utama Aksi Layan Sehat adalah daerah kumuh dan kantong kemiskinan di Jadebotabek*. Aksi Layan Sehat didukung oleh barisan relawan medis dan non medis juga mobil medis lengkap dengan fasilitasnya.
Jenis layanan yang diberikan meliputi:
- Pengobatan Umum
- Kesehatan Gigi
- Pemeriksaan KIA
- Imunisasi
- Pemberian Tambahan Gizi
- Asistensi Pembinaan Wilayah
Konsep program Aksi Layan Sehat adalah pembinaan. Untuk itu Aksi Layan Sehat hadir secara periodik di satu wilayah kumuh dengan model pengelolaan daerah binaan. Selain itu, Aksi Layan Sehat juga menjadi alternatif bagi kaum duafa (fakir & miskin) yang sulit menjangkau Gerai Sehat. Atas dasar itu, pemilihan daerah pun selalu didasarkan pada hasil pemetaan wilayah kumuh Jadebotabek, hasil survey wilayah dan prioritas bantuan kesehatan.
Program – Masyarakat Sehat
Kesehatan manusia sejatinya tidak hanya terfokus pada aspek fisik namun juga melingkupi aspek kejiwaan. Masyarakat Sehat adalah program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan kaum duafa (fakir & miskin) dalam aspek bio-psiko-sosio-religi. Melalui program ini dilakukan edukasi medis dan non medis terhadap duafa. Tujuannya membangun perilaku hidup sehat dengan memberikan pengetahuan kesehatan dan pembinaan akhlak.
Program Masyarakat sehat dijalankan dengan sistem kemitraan yang dilandasi ikatan ukhuwah. Dalam program ini kaum duafa dilibatkan sepenuhnya untuk memberdayakan diri mereka dalam berbagai aktifitas yang bersifat edukatif, promotif dan prefentif. Kegiatan Masyarakat Sehat dijalankan pada unit layanan dalam Gedung, yaitu Gerai Sehat, dan unit layanan luar gedung, yaitu Aksi Layan Sehat dan Aksi Tanggap Bencana.
Jenis kegiatan Masyarakat Sehat diantaranya :
• pembinaan kesehatan spiritual
• pembinaan kesehatan lingkungan
• pedidikan tentang gizi dan kesehatan masyarakat.
• pembentukan Kelompok duafa sehat
Program – SigaB (Aksi Tanggap Bencana)
Bersama dengan Aksi Cepat Tanggap dari Dompet Dhuafa Republika (ACT DD), LKC melayani masyarakat di daerah konflik dan bencana. Inti kegiatan Tanggap Bencana adalah memberikan pengobatan umum dan memulihkan trauma konflik/bencana kaum duafa (fakir & miskin). Sementara pemulihan ekonomi dan sendi-sendi kehidupan lainnya dikerjakan oleh ACT DD.
Selain pasca bencana, aktivitas Tanggap Bencana juga meliputi pra bencana. Tim Tanggap Bencana memberikan pelatihan-pelatihan penanganan bencana dan pertolongan pertamanya. Pelatihan diberikan di daerah-daerah kumuh dan kantong-kantong kemiskinan rawan konflik dan bencana.
Dalam perjalanannya, Tanggap Bencana LKC sudah turun di berbagai lokasi bencana dan konflik, seperti Bencana Banjir Nasional 2002 dan 2007, Bencana Longsor Garut, sampai yang terakhir Konflik Ambon. Selain ACT DD, LKC juga bekerja sama dengan berbagai lembaga lain mulai dari lembaga nirlaba, LSM sampai Pemerintah.
SISTEM KEPESERTAAN
LKC didukung sepenuhnya oleh donasi masyarakat. Dengan demikian LKC adalah milik masyarakat dan merupakan amanah bagi para pengelolanya. Untuk itu, LKC menerapkan sistem kepesertaan bagi kaum duafa (fakir & miskin) yang membutuhkan bantuan kesehatan.
Sistem kepesertaan LKC berlaku untuk 1 keluarga. Setiap keluarga dapat mendaftarkan diri secara langsung atau direkomendasikan oleh RT/RW/Lurah untuk jadi peserta. Persyaratan yang diperlukan adalah fotokopi KTP, Fotokopi Kartu Keluarga, dan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW/Lurah. Selanjutnya, keluarga duafa yang sudah mendaftar akan disurvei kelayakannya di rumah masing-masing oleh tim survei LKC. Kriteria kelayakan peserta meliputi aspek kemiskinan, kesehatan dan keimanan. Apabila disetujui maka mereka akan mendapat kartu peserta dan dapat berobat secara cuma-cuma.
Kartu peserta LKC berjangka waktu 1 tahun. Jika masa berlakunya habis, peserta dapat mengajukan perpanjangan dan LKC akan melakukan survey ulang kelayakan. Dari hasil survey ulang akan diputuskan perpanjangan masa berlaku kepesertaan untuk 1 tahun ke depan. Sampai dengan September 2007 anggota LKC sudah mencdapai 10.611 kk (kepala keluarga) atau setara dengan 53.055 jiwa.

Kartu Peserta LKC
JEJARING DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
Dompet Dhuafa Republika (DD) adalah lembaga nirlaba yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum duafa (fakir & miskin) dengan dana ZAKAT, INFAQ & SHODAQOH. Organisasi ini lahir dari empati kolektif komunitas jurnalis yang sering berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang berkepedulian kepada kaum duafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar Bagir, S. Sinansari Ecip dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen DOMPET DHUAFA REPUBLIKA.
DD tercatat di Departemen Sosial RI sebagai organisasi yang berbentuk yayasan. Pembentukan Yayasan dilakukan di hadapan Notaris H, Abu Yusuf SH tanggal 14 September1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PN JAKSEL. Tanggal 8 Oktober 2001 Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan nomor 439 Tahun 2001 tentang Pengukuhan DD sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat Nasional. Mulai Tahun 2003, DD bermetamorfosis menjadi JEJARING MULTI KORIDOR DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (JMK DD) guna mendorong profesionalisme pengelolaan sumber daya berdasarkan aktivitas inti yang khas.
